[{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/categories/amazon-web-services/","section":"Kategori","summary":"","title":"Amazon Web Services","type":"categories"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/tags/app-runner/","section":"Tags","summary":"","title":"App Runner","type":"tags"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/tags/aws/","section":"Tags","summary":"","title":"AWS","type":"tags"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/tags/container/","section":"Tags","summary":"","title":"Container","type":"tags"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/authors/hasbi/","section":"Penulis","summary":"","title":"Hasbi","type":"authors"},{"content":"Dokumentasi sekaligus panduan seputar cloud, container, dan layanan server.\n","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/","section":"Jagoan Devops","summary":"Dokumentasi sekaligus panduan seputar cloud, container, dan layanan server.\n","title":"Jagoan Devops","type":"page"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/categories/","section":"Kategori","summary":"","title":"Kategori","type":"categories"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/authors/","section":"Penulis","summary":"","title":"Penulis","type":"authors"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/posts/","section":"Semua Artikel","summary":"","title":"Semua Artikel","type":"posts"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/tags/serverless/","section":"Tags","summary":"","title":"Serverless","type":"tags"},{"content":"Developer bisa fokus pada kode dan logic aplikasi tanpa harus pusing mengurus server dan infrastruktur yang kompleks. Itulah, janji serverless container.\nApa Itu Cloud Computing? # Cloud computing adalah praktik menggunakan jaringan server remote yang di-host di internet untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data dengan model pembayaran pay-as-you-go.\nContainer di Cloud # Keuntungan Penjelasan Resiliency Ketahanan sistem lebih baik dengan redundansi otomatis Scalability Scale up/down sesuai traffic secara otomatis Flexibility Fleksibel dalam memilih konfigurasi dan deployment Cost Efficient Efisiensi biaya dengan model pay-per-use Apa Itu Serverless Container? # Serverless = layanan cloud di mana pelanggan bisa menggunakan kemampuan cloud tanpa provisioning, deployment, atau pengelolaan resource hardware/software.\nKarakteristik:\nTanpa maintenance infrastruktur Auto-scaling berdasarkan request real-time Pay only for what you use Instant provisioning Layanan Serverless Container di AWS # Amazon ECS (Elastic Container Service) # Orkestrasi container fully managed. Mirip Kubernetes/Docker Swarm tapi dikelola AWS.\nKapan digunakan: Sudah familiar dengan ekosistem AWS, butuh integrasi mendalam.\nAmazon EKS (Elastic Kubernetes Service) # Kubernetes fully managed.\nKapan digunakan: Tim sudah pakai Kubernetes, butuh portabilitas antar cloud.\nAWS App Runner # Cara paling mudah deploy aplikasi web dari source code atau container image langsung ke lingkungan scalable dan secure.\nFitur utama:\nKoneksi langsung ke code/image repository Pipeline CI/CD otomatis Fully managed Performa tinggi, scalability, dan security built-in Kapan digunakan: Aplikasi web sederhana hingga menengah, ingin solusi tercepat.\nAWS Lambda # Compute serverless event-driven. Kode berjalan tanpa kelola server.\nPerhatian: Lambda memiliki limit 6MB untuk request/response payload. Bisa jadi masalah jika API memungkinkan upload file besar.\nKapan digunakan: Fungsi kecil event-driven, pemrosesan data asynchronous.\nAmazon ECR (Elastic Container Registry) # Container Registry milik AWS, terintegrasi penuh dengan ECS, EKS, dan Lambda.\nPerbandingan Layanan # Layanan Use Case Complexity Kontrol App Runner Web apps sederhana Sangat Rendah Minimal ECS Fargate Container workloads general Rendah-Menengah Sedang EKS Fargate Kubernetes workloads Menengah-Tinggi Tinggi Lambda Functions \u0026amp; event-driven Rendah Minimal Alternatif dari Cloud Provider Lain # Provider Layanan Google Cloud Platform Cloud Run Microsoft Azure Container Apps Referensi:\nAWS Container Services Documentation AWS App Runner User Guide AWS Lambda Documentation ","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/posts/app-runner/","section":"Semua Artikel","summary":"Developer bisa fokus pada kode dan logic aplikasi tanpa harus pusing mengurus server dan infrastruktur yang kompleks. Itulah, janji serverless container.\n","title":"Serverless Container dengan AWS App Runner","type":"posts"},{"content":"","date":"4 Februari 2025","externalUrl":null,"permalink":"/tags/","section":"Tags","summary":"","title":"Tags","type":"tags"},{"content":"","date":"19 Desember 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/email/","section":"Tags","summary":"","title":"Email","type":"tags"},{"content":"Panduan konfigurasi mail relay dengan Postfix pada OpenSUSE Leap 15.6 menggunakan server SMTP Gmail sebagai relay host.\nPostfix adalah Mail Transfer Agent open-source yang berperan mentransfer email antara pengirim dan penerima. Tanpa relay, email dari Postfix hampir pasti masuk spam. Dengan Gmail sebagai relay, email dikirim melalui infrastruktur Google yang terpercaya.\nLangkah 1: Update Package # sudo zypper update Langkah 2: Install Postfix dan libsasl2-3 # sudo zypper install libsasl2-3 postfix Langkah 3: Aktifkan Verifikasi Dua Langkah Google # Buka menu keamanan Google Account, pilih 2-Step Verification, dan selesaikan proses aktivasinya.\nLangkah 4: Buat App Password # Buka halaman App Passwords, buat password baru untuk Postfix.\nLangkah 5: Konfigurasi Postfix # Edit file /etc/postfix/main.cf:\nsudo nano /etc/postfix/main.cf Tambahkan/ubah konfigurasi berikut:\nrelayhost = [smtp.gmail.com]:587 smtp_sasl_auth_enable = yes smtp_sasl_password_maps = hash:/etc/postfix/sasl_passwd smtp_sasl_security_options = noanonymous smtp_tls_security_level = encrypt smtp_tls_CAfile = /etc/ssl/certs/ca-bundle.crt Langkah 6: Buat File Kredensial # sudo nano /etc/postfix/sasl_passwd Isi dengan:\n[smtp.gmail.com]:587 your-email@gmail.com:APP_PASSWORD_DISINI Amankan dan hash file tersebut:\nsudo chmod 600 /etc/postfix/sasl_passwd sudo postmap /etc/postfix/sasl_passwd Langkah 7: Restart Postfix # sudo systemctl restart postfix sudo systemctl enable postfix Langkah 8: Test Pengiriman Email # echo \u0026#34;Test email dari Postfix\u0026#34; | mail -s \u0026#34;Test\u0026#34; tujuan@email.com Referensi:\nPedoman pengirim email Google Dokumentasi Postfix ","date":"19 Desember 2024","externalUrl":null,"permalink":"/posts/smtprelay/","section":"Semua Artikel","summary":"Panduan konfigurasi mail relay dengan Postfix pada OpenSUSE Leap 15.6 menggunakan server SMTP Gmail sebagai relay host.\n","title":"Gmail SMTP Relay dengan Postfix pada OpenSUSE Leap 15.6","type":"posts"},{"content":"","date":"19 Desember 2024","externalUrl":null,"permalink":"/categories/layanan-server/","section":"Kategori","summary":"","title":"Layanan Server","type":"categories"},{"content":"","date":"19 Desember 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/opensuse/","section":"Tags","summary":"","title":"OpenSUSE","type":"tags"},{"content":"","date":"19 Desember 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/postfix/","section":"Tags","summary":"","title":"Postfix","type":"tags"},{"content":"","date":"19 Desember 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/smtp/","section":"Tags","summary":"","title":"SMTP","type":"tags"},{"content":"","date":"7 Oktober 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/architecture/","section":"Tags","summary":"","title":"Architecture","type":"tags"},{"content":"","date":"7 Oktober 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/infrastructure/","section":"Tags","summary":"","title":"Infrastructure","type":"tags"},{"content":"Simulasi perencanaan anggaran dan pengembangan infrastruktur berbasis cloud dengan Docker Swarm dan AWS EC2.\nBiaya Tambahan Penunjang Infrastruktur # Produk Deskripsi Sifat Periode Harga Domain .com Domain untuk kebutuhan komersial Wajib 1 Tahun Rp. 110.000 Google Workspace Domain email kustom Opsional 1 Bulan Rp. 100.000 Server Serbaguna 1 server c7g.large untuk monitoring Opsional 1 Bulan Rp. 1.000.000 Topologi # Aplikasi dengan muatan kerja ringan direncanakan menggunakan topologi minimal tiga server.\nTopologi satu server: Satu server untuk semua laboratorium yang berlangganan. Kode yang siap produksi diunggah ke registry GitLab, lalu Docker Master menyebarkan ke Docker Worker.\nTopologi scaling: Membutuhkan minimal dua server untuk tahap awal. Seiring berkembangnya infrastruktur, akan membutuhkan autoscaling group dan load balancer.\nRencana Biaya Perawatan Infrastruktur # Paket Harga/Bulan Users Storage Laboratorium Dasar Rp. 760.000 Up to 10 25GB Laboratorium Standar Rp. 1.140.000 Up to 20 50GB Laboratorium Besar Rp. 1.560.000 Up to 35 125GB Laboratorium Plus Rp. 2.000.000 Up to 50 300GB Rincian Spesifikasi Awal # Layanan Spesifikasi Harga Jumlah Subtotal EC2 t4g.small (2vCPU/2GB RAM) 280.000 2 Rp. 560.000 EBS 32GB GP3 60.000 2 Rp. 120.000 S3 25GB Standard 18.000 1 Rp. 18.000 Elastic IP Public IPv4 60.000 1 Rp. 60.000 Total Rp. 758.000 Rencana Pengembangan # Jumlah Pengguna Spesifikasi Sebelumnya Spesifikasi Setelah Ditingkatkan 20 2× EC2 t4g.small 1× EC2 t4g.small + 1× EC2 m7g.medium 30 1× t4g.small + 1× m7g.medium 2× EC2 m7g.medium 40 2× m7g.medium + 2× 32GB GP3 1× c7g.large + 1× m7g.medium + 2× 48GB GP3 60 1× c7g.large + 1× m7g.medium 2× EC2 c7g.large 80 2× c7g.large + 2× 48GB GP3 2× EC2 m7g.large + 2× 64GB GP3 100 — Autoscaling ","date":"7 Oktober 2024","externalUrl":null,"permalink":"/posts/simulasitopologi/","section":"Semua Artikel","summary":"Simulasi perencanaan anggaran dan pengembangan infrastruktur berbasis cloud dengan Docker Swarm dan AWS EC2.\n","title":"Simulasi Perencanaan Anggaran dan Pengembangan Infrastruktur Berbasis Cloud","type":"posts"},{"content":"","date":"7 Oktober 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/topology/","section":"Tags","summary":"","title":"Topology","type":"tags"},{"content":"","date":"12 Juni 2024","externalUrl":null,"permalink":"/tags/ec2/","section":"Tags","summary":"","title":"EC2","type":"tags"},{"content":"Dalam membangun infrastruktur cloud menggunakan AWS EC2, satu keputusan penting yang perlu diambil adalah memilih tipe instance yang sesuai dengan kebutuhan. Tipe instance EC2 yang dipilih akan mempengaruhi performa aplikasi yang dijalankan.\nGeneral purpose server pakai tipe apa? # Tipe yang cocok untuk server yang akan menjalankan aplikasi general purpose/tujuan umum adalah tipe C, M dan R.1\nPilih tipe C jika memiliki sedikit budget, dan instance mementingkan sumber daya komputasi yang kuat Pilih tipe M jika memiliki budget pas-pasan, dan menginginkan instance dengan CPU dan RAM yang ideal Pilih tipe R jika memiliki banyak budget, dan instance ditujukan sebagai database server Tipe vCPU : RAM (GB) Harga/vCPU/Bulan Penggunaan C 1 : 2 Rp. 500.000 High-performance computing M 1 : 4 Rp. 600.000 Balanced general purpose R 1 : 8 Rp. 750.000 High-performance database Pertimbangan harga selengkapnya: Perbandingan tipe AWS EC2\nApa kabar seri T? # Singkatnya, tergantung pemakaian, seri T bisa menguntungkan, namun di sisi lain bisa merugikan.\nMasalah pertama: harga\nTipe t3.large (2vCPU 8GB RAM) dibanderol seharga $0.083/jam (us-east-1) atau setara dengan Rp.940.000/bulan. AWS mengklaim seri T lebih hemat 15% dibandingkan seri M.\nSeri T memiliki baseline (5-40%) — batas penggunaan CPU \u0026ldquo;gratis\u0026rdquo; tanpa kredit.2\nCPU \u0026lt; baseline → kredit burst bertambah CPU = baseline → kredit burst diam CPU \u0026gt; baseline → kredit burst berkurang Setiap 1 kredit setara dengan:\n1 vCPU × 100% utilization × 1 menit 1 vCPU × 50% utilization × 2 menit 2 vCPU × 25% utilization × 2 menit Ketika kredit habis, performa terbatas pada baseline saja.3 Pengguna bisa beralih ke mode tanpa batas dengan biaya tambahan $0.05/jam/vCPU (T2/T3) atau $0.04/jam/vCPU (T4).4\n\u0026ldquo;If you are pegging the instance at 100% for a solid month, an M instance will be a better choice due to what you will pay in unlimited credits charges with a T.\u0026rdquo;5\nBerdasarkan pengujian Cast AI (beban kerja Kubernetes)6 dan Coiled (rekayasa data),7 tipe T sangat tidak cocok untuk beban kerja berat dan terus-menerus.\nMasalah kedua: performa\nBenchmark Coiled: m6i.large selesai dalam 140 jam, t3.large memakan 170 jam. Biaya benchmark tipe T: Rp.110.000 — hampir dua kali lipat tipe M (Rp.62.000).\nInstance Processor t3.large Up to 3.1 GHz Intel Xeon Scalable (Skylake 8175M / Cascade Lake 8259CL) m6i.large Up to 3.5 GHz 3rd Gen Intel Xeon Scalable (Ice Lake 8375C) Siapa yang cocok pakai tipe T?\nServer dengan beban kerja ringan, konsumsi di bawah baseline, dan sedikit peak hour (1-3 jam/hari). Contoh: t4g.large bisa menyimpan 864 kredit, cukup untuk 432 menit (7 jam 12 menit) penggunaan 100%.\nIntel, AMD, atau Graviton? # AWS mengklaim Graviton lebih cocok untuk application servers, microservices, open-source databases, dan high performance computing — 20% lebih hemat biaya dan 60% lebih hemat energi dibanding x86.8\nDari 94 benchmark (Michael Larabel, Mei 2022):\nGraviton 3: 43 kemenangan Intel Xeon: 35 kemenangan AMD EPYC: 16 kemenangan Kunci keunggulan Graviton: setiap vCPU = 1 core fisik penuh. Pada x86, 1 vCPU = 1 thread (setengah core). Artinya instance Graviton mendapat kapasitas penuh setiap core-nya.\nPenjelasan mendetail tipe AWS EC2\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nKonsep instance dengan unlimited burst performance\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nRincian baseline setiap seri instance tipe T\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nDaftar harga burst pada instance tipe T\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nKomentar pengguna tipe T di Reddit\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nPengujian burst vs non-burst dengan beban kerja Kubernetes\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nPengujian burst vs non-burst dengan beban kerja rekayasa data\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\nKeunggulan Processor Graviton\u0026#160;\u0026#x21a9;\u0026#xfe0e;\n","date":"12 Juni 2024","externalUrl":null,"permalink":"/posts/panduan-ec2/","section":"Semua Artikel","summary":"Dalam membangun infrastruktur cloud menggunakan AWS EC2, satu keputusan penting yang perlu diambil adalah memilih tipe instance yang sesuai dengan kebutuhan. Tipe instance EC2 yang dipilih akan mempengaruhi performa aplikasi yang dijalankan.\n","title":"Memilih Tipe EC2 yang Tepat untuk General Purpose Server","type":"posts"},{"content":"Tipe instance AWS EC2 memiliki sejumlah penamaan yang mungkin terdengar kompleks pada awalnya, tapi pemahaman yang baik tentang struktur dan arti di balik penamaan tersebut akan memberikan keputusan yang tepat dalam menyusun infrastruktur cloud sesuai dengan kebutuhan.\nBerikut adalah perincian setiap digit pada penamaan instance Amazon EC2:\nDigit Pertama — Kelas Instance # Kode Arti C CPU optimized M Middle (General purpose) R RAM (Memory optimized) T Burstable performance D Dense storage F FPGA G Graphics intensive I Storage optimized IM Storage optimized (1:4 vCPU:memory) IS Storage optimized (1:6 vCPU:memory) INF AWS Inferentia MAC macOS P GPU accelerated TRN AWS Trainium U High memory VT Video transcoding X Memory intensive HPC High Performance Computing Digit Kedua — Nomor Generasi # Nomor generasi instance. Contoh: t3 = instance burstable generasi ke-3.\nDigit Ketiga — Jenis Prosesor # Kode Arti A AMD processors G Amazon Graviton processors I Intel processors Digit Keempat — Kemampuan Tambahan # Kode Arti D Instance store volumes N Network and EBS optimized E Extra storage or memory Z High performance Q Qualcomm inference accelerators FLEX Flex instance Referensi:\nPanduan Pengguna AWS EC2 ","date":"6 Februari 2024","externalUrl":null,"permalink":"/posts/penamaan-ec2/","section":"Semua Artikel","summary":"Tipe instance AWS EC2 memiliki sejumlah penamaan yang mungkin terdengar kompleks pada awalnya, tapi pemahaman yang baik tentang struktur dan arti di balik penamaan tersebut akan memberikan keputusan yang tepat dalam menyusun infrastruktur cloud sesuai dengan kebutuhan.\n","title":"Panduan Membaca Penamaan Tipe Instance AWS EC2","type":"posts"},{"content":"","date":"20 Oktober 2023","externalUrl":null,"permalink":"/tags/ci/cd/","section":"Tags","summary":"","title":"CI/CD","type":"tags"},{"content":"","date":"20 Oktober 2023","externalUrl":null,"permalink":"/categories/gitlab/","section":"Kategori","summary":"","title":"GitLab","type":"categories"},{"content":"","date":"20 Oktober 2023","externalUrl":null,"permalink":"/tags/gitlab/","section":"Tags","summary":"","title":"GitLab","type":"tags"},{"content":"GitLab Runner adalah aplikasi yang bekerja bersama GitLab CI/CD untuk menjalankan job dalam pipeline. Berikut panduan instalasinya pada Linux.\nSetup Repositori # Tambahkan repositori GitLab Runner sesuai distro yang digunakan:\nDebian/Ubuntu:\ncurl -L \u0026#34;https://packages.gitlab.com/install/repositories/runner/gitlab-runner/script.deb.sh\u0026#34; | sudo bash RHEL/CentOS/Fedora:\ncurl -L \u0026#34;https://packages.gitlab.com/install/repositories/runner/gitlab-runner/script.rpm.sh\u0026#34; | sudo bash Instalasi # Debian/Ubuntu:\nsudo apt-get install gitlab-runner RHEL/CentOS/Fedora:\nsudo yum install gitlab-runner Registrasi Runner # Setelah terinstall, daftarkan runner ke GitLab instance:\nsudo gitlab-runner register Isi prompt yang muncul:\nGitLab instance URL — URL GitLab Anda Registration token — dari Settings → CI/CD → Runners Description — nama runner Tags — tag untuk memfilter job Executor — pilih docker atau shell Verifikasi # sudo gitlab-runner status sudo gitlab-runner list Referensi:\nDokumentasi GitLab Runner Instalasi GitLab Runner ","date":"20 Oktober 2023","externalUrl":null,"permalink":"/posts/gitlabrunner/","section":"Semua Artikel","summary":"GitLab Runner adalah aplikasi yang bekerja bersama GitLab CI/CD untuk menjalankan job dalam pipeline. Berikut panduan instalasinya pada Linux.\n","title":"Instalasi GitLab Runner pada Linux","type":"posts"},{"content":"","date":"20 Oktober 2023","externalUrl":null,"permalink":"/tags/runner/","section":"Tags","summary":"","title":"Runner","type":"tags"},{"content":"","externalUrl":null,"permalink":"/categories/docker/","section":"Kategori","summary":"","title":"Docker","type":"categories"}]