Dalam membangun infrastruktur cloud menggunakan AWS EC2, satu keputusan penting yang perlu diambil adalah memilih tipe instance yang sesuai dengan kebutuhan. Tipe instance EC2 yang dipilih akan mempengaruhi performa aplikasi yang dijalankan.
General purpose server pakai tipe apa?#
Tipe yang cocok untuk server yang akan menjalankan aplikasi general purpose/tujuan umum adalah tipe C, M dan R.1
- Pilih tipe C jika memiliki sedikit budget, dan instance mementingkan sumber daya komputasi yang kuat
- Pilih tipe M jika memiliki budget pas-pasan, dan menginginkan instance dengan CPU dan RAM yang ideal
- Pilih tipe R jika memiliki banyak budget, dan instance ditujukan sebagai database server
| Tipe | vCPU : RAM (GB) | Harga/vCPU/Bulan | Penggunaan |
|---|---|---|---|
| C | 1 : 2 | Rp. 500.000 | High-performance computing |
| M | 1 : 4 | Rp. 600.000 | Balanced general purpose |
| R | 1 : 8 | Rp. 750.000 | High-performance database |
Pertimbangan harga selengkapnya: Perbandingan tipe AWS EC2
Apa kabar seri T?#
Singkatnya, tergantung pemakaian, seri T bisa menguntungkan, namun di sisi lain bisa merugikan.
Masalah pertama: harga
Tipe t3.large (2vCPU 8GB RAM) dibanderol seharga $0.083/jam (us-east-1) atau setara dengan Rp.940.000/bulan. AWS mengklaim seri T lebih hemat 15% dibandingkan seri M.
Seri T memiliki baseline (5-40%) — batas penggunaan CPU “gratis” tanpa kredit.2
- CPU < baseline → kredit burst bertambah
- CPU = baseline → kredit burst diam
- CPU > baseline → kredit burst berkurang
Setiap 1 kredit setara dengan:
- 1 vCPU × 100% utilization × 1 menit
- 1 vCPU × 50% utilization × 2 menit
- 2 vCPU × 25% utilization × 2 menit
Ketika kredit habis, performa terbatas pada baseline saja.3 Pengguna bisa beralih ke mode tanpa batas dengan biaya tambahan $0.05/jam/vCPU (T2/T3) atau $0.04/jam/vCPU (T4).4
“If you are pegging the instance at 100% for a solid month, an M instance will be a better choice due to what you will pay in unlimited credits charges with a T.”5
Berdasarkan pengujian Cast AI (beban kerja Kubernetes)6 dan Coiled (rekayasa data),7 tipe T sangat tidak cocok untuk beban kerja berat dan terus-menerus.
Masalah kedua: performa
Benchmark Coiled: m6i.large selesai dalam 140 jam, t3.large memakan 170 jam. Biaya benchmark tipe T: Rp.110.000 — hampir dua kali lipat tipe M (Rp.62.000).
| Instance | Processor |
|---|---|
| t3.large | Up to 3.1 GHz Intel Xeon Scalable (Skylake 8175M / Cascade Lake 8259CL) |
| m6i.large | Up to 3.5 GHz 3rd Gen Intel Xeon Scalable (Ice Lake 8375C) |
Siapa yang cocok pakai tipe T?
Server dengan beban kerja ringan, konsumsi di bawah baseline, dan sedikit peak hour (1-3 jam/hari). Contoh: t4g.large bisa menyimpan 864 kredit, cukup untuk 432 menit (7 jam 12 menit) penggunaan 100%.
Intel, AMD, atau Graviton?#
AWS mengklaim Graviton lebih cocok untuk application servers, microservices, open-source databases, dan high performance computing — 20% lebih hemat biaya dan 60% lebih hemat energi dibanding x86.8
Dari 94 benchmark (Michael Larabel, Mei 2022):
- Graviton 3: 43 kemenangan
- Intel Xeon: 35 kemenangan
- AMD EPYC: 16 kemenangan
Kunci keunggulan Graviton: setiap vCPU = 1 core fisik penuh. Pada x86, 1 vCPU = 1 thread (setengah core). Artinya instance Graviton mendapat kapasitas penuh setiap core-nya.

